
Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Turnamen akbar yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, resmi dimulai pada 11 Juni dan berakhir dengan partai final di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026. Yang membuat edisi kali ini begitu istimewa adalah perluasan format menjadi 48 tim, menghadirkan 104 pertandingan, dan membuka peluang lebih luas bagi tim-tim kejutan untuk melangkah jauh. Namun di balik semua itu, pertanyaan yang paling banyak diperbincangkan tetap sama: siapa yang akan mengangkat trofi?
Spanyol memimpin daftar favorit dengan odds terkuat, diikuti Prancis dan Inggris di posisi dua dan tiga. Brasil serta juara bertahan Argentina melengkapi lima besar kandidat utama. ESPN Dari gambaran ini, artikel berikut akan mengupas tuntas sejarah tim-tim unggulan serta fakta unik yang menjelaskan mengapa mereka begitu ditakuti menjelang turnamen tahun ini.
History dari Tim Unggulan Piala Dunia Sebelumnya
Untuk memahami mengapa tim-tim ini diunggulkan, kita perlu menilik rekam jejak mereka di turnamen-turnamen sebelumnya. Sejarah adalah argumen paling kuat dalam sepak bola internasional.
Delapan negara telah tercatat sebagai juara Piala Dunia sepanjang sejarah, yaitu Brasil dengan 5 gelar, Jerman dan Italia masing-masing 4 gelar, Argentina 3 gelar, serta Prancis dan Uruguay masing-masing 2 gelar, sementara Inggris dan Spanyol masing-masing satu gelar. Topend Sports
Brasil adalah bangsa dengan tradisi Piala Dunia paling kaya. Brasil mengangkat trofi pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002, menjadikan mereka satu-satunya tim yang ikut serta di semua edisi Piala Dunia yang pernah digelar. Ketika Brasil memenangkan gelar pertama pada 1958, legenda Pelé tampil gemilang dengan mencetak enam gol, termasuk dua di laga final melawan Swedia. Olympics
Argentina memiliki kisah yang penuh dramatika. Argentina meraih gelar dunia pada 1978, 1986, dan yang terbaru pada 2022 di Qatar, mengakhiri puasa gelar selama 36 tahun. Di Qatar, Argentina mengalahkan Prancis lewat adu penalti setelah hasil 3-3 di waktu normal, memberikan Lionel Messi mahkota dunia pertamanya.
Prancis adalah kisah konsistensi dan dominasi dalam dua dekade terakhir. Les Bleus meraih gelar di kandang sendiri pada 1998, kemudian mengulanginya di Rusia pada 2018. Selain itu, Prancis juga mencatat finish sebagai runner-up di Jerman 2006 dan Qatar 2022, di mana keduanya berakhir dengan kekalahan lewat adu penalti.
Spanyol memiliki masa keemasan yang singkat namun sangat berkilau. Spanyol memenangkan Piala Dunia pertama mereka pada 2010 di Afrika Selatan, berkat gol Andrés Iniesta di babak tambahan melawan Belanda, menyempurnakan era emas mereka setelah menjuarai Euro 2008 dan Euro 2012.
Inggris adalah kisah penantian panjang. The Three Lions telah mencapai semi-final pada Piala Dunia 2018, dua kali masuk ke final Euro (2020 dan 2024), membuktikan bahwa mereka kini sudah terbiasa melangkah jauh dalam turnamen besar.
Fakta Unik Mengenai Tim Unggulan Piala Dunia Tahun Ini
Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang tim yang kuat secara kolektif, melainkan juga tentang narasi individu yang mencengangkan dan rekor yang berpotensi dipecahkan. Berikut adalah fakta-fakta paling menarik dari masing-masing tim unggulan.
Spanyol: Generasi Termuda yang Paling Mematikan
Spanyol tidak kalah dalam 90 menit sejak dikalahkan Kolombia pada Maret 2024. La Roja tampil paling percaya diri karena sudah memenangkan turnamen besar bersama skuad yang sama ini. Fakta yang paling mencuri perhatian adalah sosok Lamine Yamal. Yamal menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah timnas Spanyol dan meraih Kopa Trophy sebagai pemain muda terbaik dunia dua kali berturut-turut pada 2024 dan 2025, menjadi pemain pertama yang mencapai prestasi itu dua kali beruntun. Di usia 18 tahun, ia berpotensi menjadi wajah turnamen ini layaknya Pelé pada 1958.
Prancis: Kedalaman Skuad yang Menakutkan
Pelatih Didier Deschamps akhirnya memutuskan untuk melepas rem tangan dan bermain lebih menyerang dari pola konservatif 4-3-3 yang biasa ia terapkan. Pendekatan ini terbukti ampuh selama 14 tahun kepelatihannya, menghasilkan gelar Piala Dunia 2018, final Piala Dunia 2022, serta dua kali final Euro. Fakta uniknya adalah soal Kylian Mbappé. Mbappé sudah memenangkan Piala Dunia 2018 dan kemudian mencetak hat-trick di final 2022 melawan Argentina, menjadikannya pemain kedua sepanjang sejarah yang mencetak tiga gol di satu partai final Piala Dunia setelah Geoff Hurst pada 1966.
Argentina: Mengejar Sejarah yang Nyaris Mustahil
Argentina masuk turnamen sebagai juara bertahan dan Lionel Messi kemungkinan besar akan tampil di Piala Dunia keenamnya, sebuah rekor tersendiri. Tantangan terbesar mereka adalah menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia dalam lebih dari 60 tahun, setelah Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962. Skuad mereka kini juga semakin matang dengan kehadiran Julian Alvarez dan Lautaro Martinez yang menjadi tumpuan baru di lini depan.
Inggris: 60 Tahun Menanti
Inggris datang dengan keyakinan sejati setelah serangkaian hasil yang nyaris sempurna: semi-final Piala Dunia 2018, final Euro 2020, dan semi-final Euro 2024. Momentum terus membangun dan kini skuad mereka sudah cukup berpengalaman untuk mengonversinya menjadi gelar. Ini adalah Piala Dunia pertama di bawah Thomas Tuchel, dan Harry Kane yang tampil dalam performa terbaik sepanjang kariernya menjadi andalan utama di lini depan.
Brasil: Kebangkitan di Bawah Ancelotti
Brasil di bawah asuhan Carlo Ancelotti tampil berbeda dari siklus-siklus sebelumnya: lebih terstruktur, lebih kokoh secara defensif, dengan Vinicius Junior dan Raphinha tetap menjadi kekuatan serangan kelas dunia di kedua sayap. Fakta uniknya adalah ini menjadi turnamen pertama bagi Ancelotti bersama Brasil, sebuah ujian besar bagi pelatih yang sudah memenangkan segalanya di level klub.
Prediksi Pemenang
Berdasarkan data odds terkini, rekam jejak sejarah, dan kondisi skuad saat ini, Piala Dunia 2026 mengerucut pada persaingan tiga tim terkuat.
Spanyol menjadi favorit utama menurut pasar prediksi dengan peluang sekitar 16 persen, diikuti Prancis yang berdampingan ketat, lalu Inggris di posisi ketiga.
Spanyol adalah tim yang paling sulit dikalahkan secara kolektif. Mereka bermain dengan filosofi yang mulus tanpa ketergantungan pada satu bintang, didukung generasi muda yang sudah teruji. Prancis memiliki kedalaman skuad yang tidak tertandingi dan Mbappé yang lapar akan gelar kedua. Sementara Argentina, dengan Messi di Piala Dunia terakhirnya, membawa beban emosional dan motivasi yang tidak bisa diukur dengan angka.
Jika turnamen ini berjalan sesuai prediksi, maka final ideal yang paling banyak dibayangkan adalah pertemuan ulang antara Spanyol dan Argentina, dua tim yang paling dominan sejak Qatar 2022.